Semarang — Sebanyak delapan mahasiswa Program Studi Sarjana (S1) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang mengikuti kegiatan Academic Mobility Program International Class Program (ICP) pada 30 September–2 Oktober 2026. Delegasi mahasiswa S1 PBA tersebut terdiri atas empat mahasiswa semester 5 dan empat mahasiswa semester 3. Dalam kegiatan ini, mahasiswa didampingi langsung oleh Ketua Prodi S1 PBA, Dr. Naifah, M.S.I., dan Sekretaris Prodi S1 PBA, Jepri Nugrawiyati, M.Pd.I. Keikutsertaan delegasi mahasiswa S1 PBA menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui interaksi langsung dengan lingkungan pembelajaran dan budaya akademik di perguruan tinggi lain.
Program Academic Mobility ini mengunjungi tiga perguruan tinggi di Malang dan sekitarnya, yaitu Universitas Negeri Malang (UM), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Universitas KH. Abdul Chalim. Melalui rangkaian kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal praktik pembelajaran, bertukar pengalaman akademik, berdiskusi dengan sivitas akademika, serta mengamati pengelolaan program pendidikan di lingkungan perguruan tinggi mitra. Bagi mahasiswa S1 PBA, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai pengembangan pendidikan tinggi, meningkatkan wawasan lintas institusi, dan membangun kesiapan menghadapi lingkungan akademik yang semakin terbuka dan kompetitif.
Memperluas Wawasan Akademik Mahasiswa PBA
Keikutsertaan mahasiswa S1 PBA dalam Academic Mobility Program merupakan bentuk penguatan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas. Sebagai mahasiswa pendidikan bahasa Arab, peserta diharapkan mampu mengembangkan wawasan akademik, keterampilan komunikasi, kemampuan berkolaborasi, serta sikap adaptif melalui pertemuan dengan lingkungan pendidikan yang memiliki karakteristik dan praktik akademik berbeda. Pengalaman tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana perguruan tinggi mengembangkan pembelajaran, membangun budaya akademik, serta mempersiapkan mahasiswa agar mampu berpartisipasi dalam lingkungan pendidikan yang lebih luas.
Keterlibatan mahasiswa dari semester 3 dan semester 5 memberikan kesempatan bagi peserta dengan tingkat pengalaman akademik yang berbeda untuk saling belajar dan berbagi perspektif. Mahasiswa semester 3 dapat memperoleh gambaran lebih awal mengenai berbagai peluang pengembangan akademik dan profesional, sedangkan mahasiswa semester 5 dapat memperkaya pengalaman yang telah diperoleh selama perkuliahan. Dengan demikian, mobilitas akademik tidak hanya menjadi kegiatan kunjungan antarkampus, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa S1 PBA secara berkelanjutan.
Ketua Prodi S1 PBA UIN Walisongo Semarang, Dr. Naifah, M.S.I., menilai bahwa kegiatan Academic Mobility Program menjadi salah satu kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan membangun wawasan yang lebih terbuka terhadap perkembangan pendidikan tinggi.
“Melalui kegiatan Academic Mobility Program ini, kami berharap mahasiswa S1 PBA tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lingkungan kampus sendiri, tetapi juga dapat mengenal secara langsung budaya akademik, praktik pembelajaran, dan pengembangan program pendidikan di perguruan tinggi lain. Pengalaman ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong mereka untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan profesional sebagai calon pendidik bahasa Arab,” ungkap Dr. Naifah, M.S.I.
Pendampingan oleh Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi turut memperkuat relevansi kegiatan dengan pengembangan program studi. Kehadiran pimpinan prodi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan secara terarah sekaligus menghubungkan pengalaman akademik yang diperoleh selama kunjungan dengan kebutuhan pembelajaran dan pengembangan kompetensi di S1 PBA. Selain itu, keterlibatan pimpinan prodi membuka peluang untuk mengamati praktik baik yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pengelolaan akademik, dan pengembangan pengalaman belajar mahasiswa.
Belajar Langsung dari Tiga Perguruan Tinggi
Rangkaian Academic Mobility Program berlangsung selama tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2026. Setelah keberangkatan dari Semarang pada 30 September 2026, agenda akademik dilaksanakan di Universitas Negeri Malang pada 1 Oktober 2026. Kegiatan yang dirancang meliputi observasi proses pembelajaran atau classroom observation/sit-in, kuliah tamu atau joint class, diskusi akademik, sharing session, serta kunjungan fasilitas pendukung pembelajaran. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa S1 PBA dapat memperoleh gambaran secara langsung mengenai suasana perkuliahan dan praktik pengelolaan program akademik di perguruan tinggi mitra.
Agenda berlanjut pada 2 Oktober 2026 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kunjungan kelembagaan, diskusi bersama pimpinan dan pengelola program, joint class, serta kunjungan fasilitas akademik. Pada hari yang sama, delegasi melanjutkan kegiatan ke Universitas KH. Abdul Chalim untuk mengikuti kunjungan akademik, sharing session, dan dialog bersama pihak perguruan tinggi. Interaksi dengan lingkungan akademik yang berbeda tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali beragam pendekatan pembelajaran, memperluas jejaring antarmahasiswa, dan memahami pentingnya pertukaran pengetahuan dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Sekretaris Prodi S1 PBA, Jepri Nugrawiyati, M.Pd.I., menyampaikan bahwa interaksi langsung dengan perguruan tinggi lain dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi di lingkungan akademik yang beragam.
“Pengalaman belajar lintas kampus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat bahwa praktik pendidikan dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan. Kami berharap mahasiswa dapat mengambil nilai positif dari setiap kegiatan, mulai dari observasi pembelajaran, diskusi akademik, hingga interaksi dengan mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi yang dikunjungi. Hal terpenting bukan hanya mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga bagaimana pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia pendidikan,” jelas Jepri Nugrawiyati, M.Pd.I.
Bagi mahasiswa S1 PBA, pengalaman belajar lintas kampus juga memiliki relevansi dengan pengembangan kompetensi calon pendidik bahasa Arab. Proses pembelajaran bahasa tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi kebahasaan, tetapi juga menuntut kemampuan berkomunikasi, memahami perbedaan latar belakang, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan membangun interaksi yang produktif. Oleh karena itu, pengalaman mengikuti diskusi akademik, berinteraksi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, dan mengamati praktik pembelajaran dapat menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan profesionalnya.
Bagi para peserta, kegiatan Academic Mobility Program menjadi pengalaman yang memberikan kesempatan untuk belajar di luar lingkungan perkuliahan sehari-hari. Melalui kunjungan ke Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Universitas KH. Abdul Chalim, mahasiswa diharapkan memperoleh perspektif baru mengenai budaya akademik, interaksi antarmahasiswa, dan pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami karena dapat mengenal lingkungan akademik di perguruan tinggi lain secara langsung. Kami mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta memahami bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui diskusi, interaksi, dan pengalaman bersama komunitas akademik yang berbeda. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan diri, dan mengembangkan kompetensi sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab,” ujar perwakilan mahasiswa S1 PBA.
Penguatan Mutu dan Jejaring Akademik S1 PBA
Dari perspektif pengembangan program studi, Academic Mobility Program membuka peluang bagi S1 PBA UIN Walisongo Semarang untuk memperluas referensi mengenai praktik pembelajaran dan tata kelola akademik di perguruan tinggi lain. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa dan pendamping dalam melihat potensi pengembangan pembelajaran, penguatan budaya akademik, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan. Pertemuan antarkampus juga dapat menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring kelembagaan yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa pengembangan kompetensi akademik memerlukan keterbukaan terhadap pengalaman dan pengetahuan baru. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga perlu mampu menghubungkan pengetahuan tersebut dengan praktik nyata, berdialog dengan komunitas akademik yang beragam, serta mengambil pelajaran dari pengalaman institusi lain. Sikap terbuka dan reflektif tersebut penting untuk membentuk mahasiswa yang memiliki wawasan luas, kepercayaan diri, serta kesiapan berpartisipasi dalam lingkungan pendidikan yang semakin dinamis.
Dalam konteks UIN Walisongo Semarang, kegiatan mobilitas akademik juga sejalan dengan semangat pengembangan keilmuan yang terbuka dan integratif melalui paradigma Wahdat al-‘Ulum atau Unity of Sciences. Pengalaman lintas kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara ilmu pengetahuan, praktik pendidikan, dan kebutuhan masyarakat. Bagi mahasiswa pendidikan bahasa Arab, perspektif ini dapat memperkuat pemahaman bahwa pembelajaran bahasa memiliki hubungan erat dengan komunikasi, kebudayaan, pengembangan karakter, dan kontribusi keilmuan bagi kehidupan sosial.
Keikutsertaan delapan mahasiswa S1 PBA dalam Academic Mobility Program ICP menjadi salah satu bentuk pengalaman akademik yang mendukung pengembangan mahasiswa secara lebih menyeluruh. Dengan pendampingan Ketua Prodi Dr. Naifah, M.S.I., dan Sekretaris Prodi Jepri Nugrawiyati, M.Pd.I., kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta menumbuhkan motivasi untuk terus mengembangkan kompetensi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Pada akhirnya, keberhasilan mobilitas akademik tidak hanya diukur dari terlaksananya kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi, tetapi juga dari kemampuan peserta mengambil pelajaran dan menerapkannya dalam proses pembelajaran berikutnya. Pengalaman berdialog, mengamati praktik akademik, dan berinteraksi dengan komunitas kampus lain diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa S1 PBA untuk terus berkembang sebagai calon pendidik bahasa Arab yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan memiliki wawasan global. Melalui kegiatan seperti ini, Prodi S1 PBA UIN Walisongo Semarang terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar melampaui batas ruang kelas, memperluas jejaring keilmuan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan pada masa mendatang.
