Semarang — Dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Walisongo Semarang, Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum., turut berpartisipasi dalam The 4th International Conference on Cultures and Languages (ICCL) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Bahasa, UIN Raden Mas Said Surakarta pada 2–3 September 2026. Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Decolonizing Knowledge: Reimagining Language, Literature, History, and Creative for Sustainable Development Goals (SDGs)”, yang menjadi ruang akademik bagi para peneliti dan akademisi untuk mendiskusikan berbagai perspektif mengenai bahasa, sastra, sejarah, budaya, serta pengembangan pengetahuan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Keikutsertaan Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dosen S1 PBA UIN Walisongo Semarang dalam forum ilmiah berskala internasional. Dalam konferensi tersebut, ia tercatat sebagai salah satu presenter dengan judul makalah “Naḥwa Iṭārin Manhajiyyin li al-Ifādah min al-Manāhij al-Lisāniyyah al-Garbiyyah fī al-Dirāsāt al-Qurʾāniyyah: al-Balāghah al-Sāmiyyah Unmūẓajan”. Judul tersebut tercantum dalam daftar presenter pada Theme 1: Reclaiming Indigenous and Local Languages for Inclusive Education and Cultural Sustainability, yang menunjukkan keterkaitan kajian linguistik dan studi Al-Qur’an dengan tema besar konferensi mengenai pengembangan dan rekonstruksi pengetahuan.
Presentasi Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. dilaksanakan secara luring (offline) pada Kamis, 3 September 2026, dalam sesi Theme 1, Paralel 1 yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB. Pada sesi tersebut, ia menjadi bagian dari rangkaian presenter yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang kajian bahasa, pendidikan, budaya, dan ilmu-ilmu humaniora. Berdasarkan rundown ICCL 2026, sesi tersebut mengangkat tema “Reclaiming Indigenous and Local Languages for Inclusive Education and Cultural Sustainability”, dengan Robith Khoiril Umam, S.S., M.Hum. sebagai moderator dan Prof. Dr. Siti Isnaniah, S.Pd., M.Pd. sebagai discussant.
Keikutsertaan tersebut juga memiliki arti penting karena makalah yang dibawakan Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. tercatat sebagai salah satu Top 50 Best Papers ICCL 2026. Dalam surat resmi dari panitia ICCL 2026 tertanggal 27 Agustus 2026, panitia menyampaikan bahwa karya-karya yang masuk dalam Top 50 Best Papers telah melalui proses double-blind peer review oleh panel ahli internasional dan dipilih berdasarkan pertimbangan seperti kualitas ilmiah, orisinalitas, serta kontribusi terhadap bidang kajian. Nama Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. tercantum pada urutan ke-30 dalam daftar 50 makalah terbaik tersebut, bersama judul makalah yang dipresentasikannya.
Dalam forum tersebut, Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. mempresentasikan gagasan akademiknya mengenai pemanfaatan manhaj atau pendekatan linguistik Barat dalam studi Al-Qur’an, dengan al-Balāghah al-Sāmiyyah sebagai salah satu contoh kajian yang diangkat. Kehadiran kajian tersebut memberikan warna tersendiri dalam diskusi ICCL 2026 karena mempertemukan kajian kebahasaan, studi Al-Qur’an, serta perspektif metodologis dalam pengembangan pengetahuan. Presentasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kajian Pendidikan Bahasa Arab tidak hanya berfokus pada aspek pembelajaran bahasa, tetapi juga memiliki keterhubungan yang luas dengan linguistik, kajian Al-Qur’an, dan pengembangan metodologi penelitian bahasa.
ICCL 2026 sendiri menghadirkan rangkaian kegiatan akademik yang cukup luas. Sebelum sesi presentasi paralel, konferensi diawali dengan opening ceremony pada 2 September 2026 yang mencakup pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia, Mars UIN Raden Mas Said Surakarta, sambutan dari Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, serta keynote speech dan pembukaan oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta. Rangkaian konferensi kemudian dilanjutkan dengan sejumlah plenary session yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri, sebelum memasuki sesi presentasi tematik pada hari kedua.
Bagi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab UIN Walisongo Semarang, partisipasi Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. dalam ICCL 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya akademik dan jejaring keilmuan melalui forum internasional. Selain membawa nama UIN Walisongo Semarang dalam konferensi yang mempertemukan akademisi dari berbagai institusi, keikutsertaan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan, memperoleh perspektif baru, serta memperluas diskursus mengenai bahasa Arab dan studi Al-Qur’an dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Hal ini sejalan dengan karakter ICCL 2026 yang membuka ruang bagi berbagai kajian bahasa, sastra, sejarah, budaya, dan media dalam perspektif dekolonisasi pengetahuan serta pembangunan berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan tersebut, S1 Pendidikan Bahasa Arab UIN Walisongo Semarang terus mendorong dosen untuk aktif dalam kegiatan ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Terpilihnya karya Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. sebagai salah satu Top 50 Best Papers ICCL 2026 sekaligus menjadi capaian akademik yang membanggakan bagi program studi. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk semakin memperkuat produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, dan kontribusi dosen S1 PBA dalam perkembangan kajian Pendidikan Bahasa Arab, linguistik, serta studi Al-Qur’an di tingkat internasional.


