SEMARANG– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi bereputasi global. Komitmen skala universitas tersebut diwujudkan melalui rangkaian visitasi akreditasi internasional bagi seluruh program studi yang dinilai langsung oleh lembaga akreditasi independen asal Jerman, The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN).

Secara keseluruhan, rangkaian prosesi asesmen akreditasi internasional ACQUIN di lingkungan UIN Walisongo Semarang telah dimulai sejak tanggal 12 Juli. Agenda besar ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program studi lintas fakultas guna memastikan standar mutu akademik di kampus berslogan Kampus Kemanusiaan dan Peradaban ini memenuhi kualifikasi internasional.

Adapun Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) beserta prodi lainnya di lingkungan fakultas, mendapatkan giliran jadwal visitasi pada tanggal 21 hingga 22 Juli. Pelaksanaan asesmen di FTIK berlangsung dengan lancar dan penuh kesiapan di bawah pengawalan ketat seluruh civitas akademika.

Penyelenggaraan akreditasi internasional ini menjadi bagian dari langkah strategis UIN Walisongo Semarang dalam mengakselerasi pencapaian world-class university. Melalui asesmen ACQUIN, fakultas dan prodi berupaya mendapatkan pengakuan internasional atas kesesuaian tata kelola akademik, desain kurikulum, serta sistem penjaminan mutu pendidikan berstandar Eropa.

Keberhasilan agenda penting pada 21–22 Juli di FTIK ini didukung penuh oleh sinergi lintas elemen. Selain jajaran pimpinan fakultas serta para ketua dan sekretaris program studi, para staf dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FTIK turut mengambil peran sentral dalam menyiapkan seluruh dokumen pendukung, sarana-prasarana, hingga transparansi tata kelola administrasi akademik.

 

Di sisi akademik, jajaran staf dosen FTIK secara aktif terlibat dalam pemaparan kurikulum, metode pembelajaran, hingga pameran hasil riset dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, dedikasi tenaga kependidikan menjadi kunci utama dalam menjamin kesiapan teknis operasional serta kelancaran penyediaan data di hadapan tim asesor internasional.

Tak kalah penting, keikutsertaan mahasiswa dan alumni FTIK termasuk dari Prodi PBA turut memberikan kontribusi signifikan. Para mahasiswa dan alumni hadir secara langsung dalam sesi wawancara khusus bersama assessors ACQUIN untuk memberikan gambaran nyata terkait pengalaman belajar, iklim akademik, serta daya saing lulusan di dunia kerja.

Rangkaian visitasi di FTIK ditutup dengan evaluasi menyeluruh dan apresiasi dari pimpinan fakultas. Melalui kolaborasi solid antara pimpinan, staf dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni, FTIK serta Prodi PBA UIN Walisongo optimis dapat meraih hasil akreditasi internasional terbaik demi mewujudkan pendidikan Islam yang unggul dan bereputasi dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *