Semarang – UIN Walisongo Semarang menggelar Rapat Koordinasi bersama para Editor in Chief (EIC) jurnal ilmiah di lingkungan universitas pada Jumat (7/8/2026) bertempat di Ruang Teater Lantai 4 Gedung Rektorat. Forum strategis ini diselenggarakan untuk mengevaluasi kondisi jurnal ilmiah secara menyeluruh, merumuskan langkah penguatan tata kelola, menjamin keberlanjutan akreditasi, serta meningkatkan kesejahteraan para pengelola jurnal.
Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh pimpinan universitas dan jajaran pengelola lembaga, antara lain Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Prof. Dr. Ahmad Arif Junaidi, M.Ag., Ketua LP2M Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) Dr. Ratno Agriyanto, M.Si., A.Kt., Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Kapuslitbit) Dr. Afif Noor, S.Ag., S.H., M.Hum., serta Ketua Rumah Jurnal Walisongo (RAJAWALI) Muhammad Syarif Hidayat, Lc., M.A.
Turut hadir mengikuti kegiatan tersebut Dr. Naifah, M.S.I., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA) yang juga menjabat sebagai Editor in Chief ALSINA Journal (Journal of Arabic Linguistics and Literature), bersama seluruh jajaran Editor in Chief jurnal di lingkungan UIN Walisongo.
Evaluasi Jurnal dan Kebijakan Baru
Dalam laporannya, Kapuslitbit Dr. Afif Noor memaparkan kondisi terkini pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan UIN Walisongo. Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat enam jurnal yang berada dalam kategori kritis sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus agar proses reakreditasi dapat segera diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Selain itu, ia menggarisbawahi berbagai konsekuensi dari Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terbaru mengenai akreditasi jurnal yang menuntut kesiapan pengelola untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola editorial.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Ahmad Arif Junaidi, menegaskan komitmen pimpinan universitas untuk memberikan dukungan penuh kepada para pengelola jurnal. Pihak universitas menyiapkan skema penghargaan dan solusi konkret berupa pengembalian sebesar 40 persen dari pendapatan Article Processing Charge (APC) kepada pengelola jurnal melalui mekanisme pembayaran lembur. Ia juga menambahkan bahwa jika kondisi keuangan universitas semakin membaik, berbagai bentuk dukungan lain—seperti kesempatan mengikuti kegiatan ilmiah di luar negeri—akan kembali direalisasikan.
Dari aspek akuntabilitas keuangan, Ketua SPI Dr. Ratno Agriyanto menerangkan bahwa kebijakan pengembalian 40 persen APC mensyaratkan setiap jurnal memiliki kebijakan tarif APC yang jelas dan transparan. Pembiayaan operasional jurnal sendiri tetap dapat memanfaatkan anggaran reguler DIPA di fakultas masing-masing. Adapun untuk jurnal bereputasi tinggi berakreditasi Sinta 1 maupun terindeks Scopus, pembiayaan dapat dibebankan langsung kepada penulis sesuai ketentuan. Kebijakan ini akan terus dievaluasi agar pelaksanaannya tetap memenuhi prinsip akuntabilitas dan tata kelola keuangan negara.
Keikutsertaan dan Narasi Kaprodi S1 PBA (EIC ALSINA Journal)
Keikutsertaan Dr. Naifah, M.S.I. dalam rapat koordinasi ini menjadi momentum penting dalam menyuarakan aspirasi pengelola jurnal di tingkat program studi. Sebagai Kaprodi S1 PBA sekaligus Editor in Chief ALSINA Journal, Dr. Naifah menyambut positif serta memberikan apresiasi atas kebijakan dan solusi konkret yang dipaparkan oleh jimpinan universitas, LP2M, dan SPI.
“Kami di pengelola ALSINA Journal sangat mengapresiasi langkah nyata dan kepedulian pimpinan universitas, LP2M, serta SPI yang mau mendengarkan aspirasi para pengelola di lapangan. Kebijakan pengembalian 40 persen APC serta kejelasan skema pembiayaan operasional ini tentu menjadi angin segar dan suntikan motivasi luar biasa bagi para editor,” ungkap Dr. Naifah di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa tata kelola jurnal yang profesional tidak hanya berdampak pada peningkatan peringkat akreditasi jurnal itu sendiri, tetapi juga berbanding lurus dengan peningkatan reputasi akademik serta rekognisi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab.
“Bagi kami di Prodi S1 PBA dan ALSINA Journal, adanya kejelasan regulasi administrasi dan skema penghargaan ini membuat kami semakin optimis untuk terus mendorong ALSINA Journal menuju akreditasi unggul dan bereputasi internasional,” tegasnya.
Rapat koordinasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan penyerapan aspirasi dari para Editor in Chief. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pimpinan universitas, LP2M, RAJAWALI, serta seluruh tim pengelola jurnal dalam mewujudkan publikasi ilmiah UIN Walisongo yang unggul, bereputasi, dan berdaya saing global.


